kerana aku juga ingin menggoncang dunia, maka mengharapkan intipati blog ini menyedarkan aku dan semua

Friday, 20 July 2018

"Masih ada ke orang yang betul-betul faham dan ikhlas. Atau semuanya warisan, turun temurun, dah terstart takkan nak berundur." - syaima


Tuesday, 13 February 2018

Winter Trip


While i was writing this, i was currently on the plane on my way back to Istanbul from UK.

These 9 days trip has been a wonderful memory.

I would like to share 3 lessons that really meant something to my life.

First, a very kind-hearted person who i really feel blessed to know her and to have her as my best friend. I've known her since kindergarten and people always say that we have the same personalities. Well i think so too, in certain ways. But she's much better in many ways!
Basically she's my travel partner for the whole trip. I asked her to plan for my itinerary in UK and i will travel alone (because her class has already started and UK is a safe and English-speaking country so i thought i can survive alone) but she skipped her classes :'') to travel with me. As i mentioned, I've known her for like 19 years but taaruf is a life-long process and these 9 days, I've learnt a lot from her. I can see that she is so loved by the people around her. She's a wonderful baker, a great chemistry student, a well planned person and a 'beauty with brain' lady. She always strive to make everyone happy despite the restless days, the sleepless nights, the tiredness, she will put all that aside and give her best. One important thing that i really admire about her is her generosity :') i pray that Allah rewards her greatly for all the kindness she has done. She goes by the name of Shahzanani bt Johan.

2nd lesson.
Alhamdulillah after 20 years, i got the chance to visit my birthplace on my birthday :')
22 years old. Such a big number. Such a huge responsibility. Many things need to improve to become a good person, daughter, friend, student, senior, junior, humanbeing, sister, and abid. Been asked, what's my resolutions for this year. It took me one day to answer that question. And i came up with some things, to be more generous and share my blessings with others and to always strive to make other people happy.  Not to forget, to improve my ibadah quality.
Sounds general? Well I don't want to make it precise here.

The last one.
There was a tragedy happening on the 3rd February. I was pickpocketed. It happened in London at night. I lost my new purse, residence permit, bank cards and huge amount of money. There were 3 guys who seem so suspicious because they kept on looking at us. So i bravely asked them and spot-checked them. Unfortunately i couldn't find my purse. We made a police report. I prayed and leave the rest to Allah. The next day, on my birthday, someone messaged me on fb, said that she found my purse in the street nearby where the incident happened.  :'''''))))))) ALHAMDULILLAH.
We met her and the purse was still in good condition except the money has all gone.

This really makes me reflect. Because i was kind of person who was really hard to spend my money. Maybe i did less charity, and i give less to people.
So i took it as a lesson that Allah wants to tell me, in my blessings, there's anyone's. Share it with others, and give more. It won't make you less rich. I just hope that the person who took my money will spend it on good things and that Allah will guide him to the straight path.

So, my most important advice to you guys, go travel, see the world and open your heart and mind to grab all the lessons.
You will be more grateful and humble, and you will surely learn a lot.


Monday, 8 January 2018



Tinggal lagi beberapa jam, untuk masuk tahun baru*.
Sedia? ntahla.
Aku tak pernah pun terlalu kisah dengan tahun baru ni. atau azam tahun baru.
Sebab aku berazam untuk berubah tu setiap hari [cehhhh]
Target aku berubah ikut mood dan keadaan dan peluang. haha.
Aku tak set matlamat di awal tahun. Dalam masa setahun tu boleh ada banyak matlamat.
So tahun baru ni cuma satu signifikasi je lah kot eh? untuk lebih serius?

Cuma satu, aku tak sedia untuk umur 22. Entah ye, terasa dewasa dengan angka tu.
Aku masih nak jadi kanak-kanak lah kalau boleh. senang. Kurang masalah. haha yeke?


Tengah sibuk study untuk final. Tiba2 roommate tanya,

"Hana, 2017 nasıl geçti?"
"Hana, macam mana 2017 berlalu?"

aaaa. em. hmm

"çok şeyler öğrendim"
"banyak aku belajar"

"yani dersler hakkında mı?"
"banyak belajar tentang pelajaran ke?"

"hayat hakkında"
"tentang hidup"



Beni hakkında, seni hakkında, insanlar hakkında, Onu hakkında.
Tentang aku, tentang kamu, tentang manusia, tentang Dia.

"karar verme."
"tentang keputusan."


Semakin dewasa, semakin banyak keputusan yang kita kena buat. Makin banyak yang berkaitan dengan jangka masa panjang dan risiko atas setiap keputusan itu, kita kena hadapi.
Dulu senang, mak je buatkan keputusan. Tapi sekarang, kita tanya lah beribu orang pun, akhirnya keputusan muktamad tu terletak pada kita. Kita yang akan melalui kehidupan yang kita pilih dan kita tak boleh salahkan orang lain kalau kalau tersalah buat keputusan.

Hidup kita sekarang adalah kesan dari setiap pilihan yang kita dah buat.
Kita yang pilih, yang baik atau buruk.

Maka, semakin dewasa, selamatlah menanggung lebih banyak risiko atas pilihan yang kita akan buat. Cuma yakin satu, Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.

As we grow older, be wiser,
dear self :)

*This post was written the night before the first day of 2018

Saturday, 9 December 2017



3 years ago, who would've thought

The person we are becoming today, the place we are living today, the people we are being with today, the course we are studying, the personalities we have,

Who would've thought?

As days go by, we unconsciously changed. Affected by the people around us, the environment we are surrounded by, the mentality we are doctrine to. And the list goes on.

The way we look at things, the way we think, the way we act on something, the way we speak, the way we respond, the way we treat people, the way we feel. All things have changed. Why?

Because life teaches us lessons.

Are those things bad?

No :)

What kind of person we are, that's us.
What type of version we are becoming, be the best one. We may have changed, but we can still be kind in any way :)

As long as we are striving to be a good 'abid, a good daughter/son and a good person to everyone..

May Allah guide us to the straight path. Always.

*dont forget to pray qunut nazilah in every prayer :)

Thursday, 30 November 2017

Take a break

How's your day peopleeeee???
It's been a while since my last post isn't it?

I've got an exam tomorrow but I'm tired of studying so i was thinking maybe i could write something here. And yes i don't have any topic to say. So as usual, random thoughts.

*5 mins later*

Still don't know what to write.

Okay. Time's up. Gotta go.
Bye people. Have a good day
Oh and salam maulidur rasul!

Oh oh i have something to share with you guys
(even if it's not that important)

I got many chocolates and candies today.
One of the things Turkish people do on a special day is they give helwa to every person they meet :)

That's all haha.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Friday, 9 June 2017

Day 15


Malam Ramadhan ke 15. Tadabbur juz 15

Surah al israa: 23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Allah dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu dan bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya telah berumur lanjut maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Bicara tentang seorang ibu, takkan mampu kita balas jasa mereka.

Hanya mampu doa moga Allah beri kekuatan dan ditempatkan di syurga firdaus kelak 💕

Moga kita terus dapat membuatkan mereka tersenyum bangga menjadi ibu kepada kita.

Moga kita tidak membuatkan air matanya menitis mengenangkan jerih perih mengandung melahirkan membesarkan melayan karenah kita, tanpa sedar, kita terguriskan hatinya.

Moga kita tidak pernah lupa mendoakan mereka dalam kesibukan hari2 kita.

Bagiku, segala kejayaan, kebahagian yang diperolehi selama ini, 80% datang kerana doa ibuku. 20% adalah kerana usahaku. Ya, dan pastinya kerana izin Allah. Tahulah kalau rasa tak sedap hati, hati berkecamuk, fikiran bercelaru, salah satu sebabnya, bila lama tak video call dengan mak.

Masih terngiang perbualan pada hari ulangtahun ku, tahun lepas. Kali pertama ulang tahun yang tak dapat birthday wishes secara live (haha sad life sangat). Aku mesej ibuku, meminta maaf sepanjang 20 tahun membesarkan aku yang nakal.  Uhuhuk. Lalu ibuku membalas:

"Hana adalah anugerah terbesar yang ada dalam hidup mak"


9 bulan mengandungkan kita di dalam perut. Membawa ke mana-mana, pergerakan tidak sebebas biasa. Pernah bertanya? kesusahan yang dihadapi saat mengandungkan kita? Susah2 mengandung, tapi takpe, berharap InsyaAllah anak ini yang akan menjadi anak soleh/ah membantu ku semasa di dunia, menjadi saham ku di akhirat kelak.

Saat melahirkan kita, ibarat separuh mati menahan sakit. Ada yang normal, ada yang caesar. Ada yang keduanya. Pernah bertanya? bagaimana keadaannya ketika kita dilahirkan? Jerih perih berpeluh, menjerit malah tidak mengurangkan sakit. Hanya menahan dengan air mata. Gugur dosa-dosa mereka. Dan akhirnya mendengar tangisan kita. Alhamdulilllah lahir anak soleh/ah.

Berpantang, tidak dapat tidur malam dengan cukup kerana tangisan kita yang menangis tak kenal siang malam. Membasuh berak, membasuh muntah. Mengendong biar sampai tangan lenguh. Takpe, segalanya akan terbalas bila mereka besar, mereka pula pelihara kita. Fikir mereka.

Besar sedikit, banyak karenah, banyak songeh. Rumah kemas. Kita sepahkan. Kemudian kemas. Kemudian sepah semula. Umur yang masih tidak tahu menolong buat kerja rumah. Hanya tahu main dan meminta. Sabar melayan kita. Mengajar kita. Mendidik kita. Memberi yang terbaik untuk kita. Memastikan kita cukup khasiat, cukup sihat, cukup kasih sayang, cukup pendidikan. Cukup.

Besar sedikit lagi, fikir pula tentang sekolah. Sekolah yang terbaik. Wang perbelanjaan, pakaian sekolah, buku2, bangun awal pagi buat sarapan. Bersengkang mata membacakan buku, bertanyakan soalan pada malam2 peperiksaan seolah mereka yang mengambil ujian.

Saat yang mencabar bila anak meningkat remaja. Sudah ada impian sendiri, ada pegangan sendiri, ada kefahaman tentang hidup, sudah nampak mada depan, sudah dikelilingi suasana lain.

Apa yang mereka harapkan, moga lelah penat mereka, membesarkan kita. Ada hasilnya. Kejayaan material itu penting. Berpendidikan tinggi, kerja yang bagus, menjadi seorang yang hebat. Jauh lebih penting, bagaimana tingkah laku, sikap dan akhlak kita. Terhadap mereka.

Sayang, kadang tak perlu melalui kata2.
Cukup dengan perbuatan.

Agar tidak mereka pernah terkecewa walau sedikit, terhadap kita.
Agar tiada jatuh air mata atau hanya bergelinangan sedih, kerana kita.
Agar tiap kali bersama kita terasa sejuk perut mengandung bersalinkan kita.


امك x3
ثم من؟

Wednesday, 31 May 2017

Day 5


Bertemu kembali dengan Ramadhan, ku rasa kan bahagia menyelubungi, ya Allah daku bersyukur dipertemukan dengan Ramadhan yang mulia.

Apa khabar ramadhan kita?
Dah letak target untuk dicapai?
Dah letak goal apa yang ingin kita ubah?
Atau kita masih mahu berada di takuk yang sama?
Moga hati kita tidak gelap dan keras dek dosa noda yang kita lakukan selama ni.

Oh ye, sempena hari Ramadhan ke-5, nak lah share sikit tadabbur dari juz 5. Surah An-Nisa ayat 43.
Kalau rajin nak buka quran sila, tapi tahu tak rajin. Hehe. Meh baca ni kejap.

"يا أيها الذين آمنوا لا تقربوا الصلاة وانتم سكارى حتى تعلموا ما تقولون... "
Maksud potongan ayat ni,
" Wahai orang2 yang beriman, jangan kamu mendekati solat ketika dalam keadaan mabuk, sehingga kamu sedar apa yang kamu ucapkan..."

Kita biasa akan relate ayat ni dengan orang yang minum arak, sebab biasanya diorang la yang mabuk. Kan?

Tapi, cuba kita relate dengan diri kita, bila mana, kita "berkhayal" atau berada dalam 'unconscious state of mind' atau kita nak solat, tapi fikiran tengah serabut, hati tak tenang then solat kita mesti akan jadi tak fokus atau nak cepat je habis, kan? Padahal kita takdela tengah rushing pun. Mulut terkumat kamit tapi tak sedar baca apa huhu.

Kita baca, tapi tak faham.
Kita solat, tapi tak tenang.
Kita doa, tapi tak khusyuk.
Then kita mengeluh kenapa hidup kita serba tak kena?

Maka, jom cuba.
Cuba untuk solat dengan tenang.
Walau serabut mana pun fikiran kita dengan apa2 masalah. Lupakan jap. Istighfar. Hayati solat kita, pergerakan kita, bacaan kita.
Perbuatan yang menghubungkan kita dengan Allah. Kita berbicara denganNya. Mana mungkin kita buat sambil lewa. Kalau solat kita susah nak ingat Allah, luar solat apatah lagi.
Kalau solat kita kualiti rendah, hidup kita apatah lagi.

Moga Allah ampuni kelalaian hati selama ini :(
Moga Allah terima ibadah selama ini.

Jadi, sempena bulan ramadhan, tiada syaitan yang nak membisik dan menggangu kita solat. Ayuhla kita cuba fokus dalam solat dan solat dengan tenang :) moga hidup kita tenang saja :)

Salam! :D

Friday, 12 May 2017



I try to be someone I'm not
So that i don't feel odd
So that i can blend in
But Ralph Waldo Emerson once said, to be yourself in a world that is constantly trying to make you something else is the greatest accomplishment.

I pretend to be happy
I smile all the times
I try to hide my sadness
So that people don't need to worry about me
So that my life doesn't look pathetic 
What's wrong with being sad? 
What's wrong with feeling weak? 
What's wrong with having an upside down life? 
What's wrong with getting demotivated? 
Being at the lowest stage, being alone, 
Actually strengthen our relationship with Him. 
Just me. And Him. One-to-one. 
After all the times i was being 'too busy' with this worldly life, 'too busy' being happy with the people around me that I'm afraid it didn't bring me close to Him. 
This ephemeral dunya somehow deviates ourselves from Him, unconsciously. 

I need to isolate myself from everything for a while. 
To cry, to admit the fact that i am not okay, 
To show my flaws, to not being strong, 
To just wonder and have deep thoughts, 
To look back at the past, 
To pause my current moment, and think about my happy moments back then. 

I don't need motivational words from people, 
I don't need people to show their pity face towards me, 
I don't need people to ask me to 'stay strong', 
Because it is against my cycle (to be sad at the moment). 
Enough to know that Allah is always with me.
Anywhere. Anytime. 
Enough to feel that there'll be always someone who cares, 
Enough to hope that there'll be someone who prays for me, 
Enough to believe that i have someone to count on, to have someone who will be there if i need them if and only if I'm drowning in this stage, longer than it should be. 

I know, 
I know I will sure come back, rise up and be happy. 
Because that's the cycle of life. 
And i believe in it. I believe that all the things in this dunya aren't permanent so do my feelings. 

For now, 
Let me crack my cocoon on my own
Because by doing that, i will taste the beauty of my own life. 

I will give a smile, just have to pull some muscles on my face. But my eyes actually tell a thousand feelings inside me. 


Just some random thoughts. 
Obviously homesick level 95% haha

Thursday, 11 May 2017



Gelisah manusia.
Tersembunyi di sebalik wajah yang ceria,
Tersembunyi di sebalik senyuman tawa,
Tersembunyi di sebalik mata yang menahan kaca.
Tersembunyi di sebalik foto bahagia,
Tersembunyi di sebalik pura-pura.

Sedih manusia.
Menahan di dalam hati terluka,
Menahan air mata jatuh ke muka,
Menahan dari ingin putus asa.

Hiba manusia.
Mengharap pelangi muncul tiba,
Mengharap di malam sepertiga,
Mengharap berserah pada yang Esa.

Tenang manusia,
Menjadi diri sendiri seadanya,
Mengukir senyuman setiap masa,
Memberi manfaat menabur jasa.

Bahagia manusia.
Memberi lebih dari menerima,
Bersyukur dengan apa yang ada,
Terasa disayangi dan dijaga,
Dikelilingi manusia berhati mulia,
Bersama dengan insan tercinta.


Aksara berhenti menari.
Jari diangkat.


Monday, 1 May 2017



belanja satu gambar carpet tulip terbesar di dunia terletak di Istanbul!

Dalam perjalanan merentasi laut marmara dari Istanbul ke Yalova menaiki feri, termenung aku berfikir hendak mengisi masa terluang ini dengan apa. Aku menaiki feri ini sebulan sekali dan kebiasaannya aku akan membaca buku untuk mengisi 1 jam suku perjalanan tersebut tapi kebetulan hari itu buku aku tertinggal. Tambahan pula akan sampai satu jarak di tengah lautan dan phone akan terputus line. Maka aku pilih untuk scroll mesej2 di Telegram yang dah masuk tapi aku jarang sekali buka.

Channel – 1 hari 1 hadis

عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ إِذَا كَانَ مُخَالِطًا النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنْ الْمُسْلِمِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
قَالَ أَبُو عِيسَى قَالَ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ كَانَ شُعْبَةُ يَرَى أَنَّهُ ابْنُ عُمَرَ
Dari Yahya bin Watsab dari seorang syeikh salah seorang sahabat Rasulullah dari Nabi SAW baginda bersabda: "Jika seorang muslim bergaul (berinteraksi sosial) dengan orang lain dan bersabar atas gangguan mereka, adalah lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul (tidak berinteraksi sosial) dengan orang lain dan tidak bersabar atas gangguan mereka." Ibnu Abi Adi berkata: Syu'bah berpendapat syeikh itu adalah Ibnu Umar. (HR Tirmizi No: 2431) Status: Hadis Sahih


1. Sifat sabar adalah tuntutan Iman yang perlu ada pada setiap Muslim

2. Kewujudan kita di tengah-tengah masyarakat adalah suatu keperluan untuk merebut peluang berperanan memperbaiki (mengislahkan) masyarakat.

3. Berada di tengah-tengah kelompok manusia yang pelbagai ragam, melakukan engagement dengan semua golongan dan kaum, pastilah akan menghadapi pelbagai kerenah, kejahatan dan kesulitan.

4. Muslim yang ingin ganjaran besar di sisi Allah akan menghadapi semua golongan masyarakat, Islam dan bukan Islam atau pelaku maksiat ketika mengauli mereka dengan sifat RAHMAH bukan kebencian, permusuhan dan perkauman.

5. Bersabar menghadapi pelbagai karenah kelompok semasa engagement dilakukan akan mendapat ganjaran yang besar disisi Allah

6. Mereka yang memilih untuk berada di luar dari tengah-tengah manusia atau di tengah-tengah kejahatan tidak seharusnya merasa dirinya lebih suci dari mereka yang yang berada di tengah-tengah manusia dan kejahatan.


Kadang, Allah uji kita dengan perkara yang kita rasa kita boleh handle tanpa perlu bantuan sesiapa.
Allah uji kita, supaya kita sedar, kita hamba, kita lemah. Kita perlukan Dia. 

Sebab dulu aku rasa, aku orang yang sangat penyabar (narcissisticnya haha). Sampai orang lain pun macam “Hana, awak pernah marah tak?” “cuba marah sikit” haha.

Tapi, Allah uji tahap kesabaran aku. Yang konon aku fikir, aku boleh handle. Tapi Allah uji lagi sampai satu tahap aku rasa, “aku tak tahan.”

“aku tak nak engage dengan manusia supaya aku tak perlu layan ragam mereka.”

Kalau boleh nak dikelilingi orang melayu je, orang yang berfikiran sama, orang yang dibesarkan dengan biah yang sama. Nak masuk dalam comfort zone aku semula.

Tapi, orang kata kalau seseorang yang struggle dalam tajwidnya ketika baca quran, ganjaran dia lebih lagi.

Jadi kalau aku takde rasa “struggle” dalam menahan marah, sebab benda tu gampang bagi aku,maka ganjaran dia beshe beshe je.

Jadi aku harap, bila aku struggle menahan tahap kesabaran aku ini, Allah ganjari aku dengan lebih tinggi. Hm ameen.

Lain orang, lain struggle dia. Aku harap, apapun struggle yang kalian hadapi, moga terus kuat. Moga terus yakin yang Allah akan ganjari. Senyum :)

Monday, 17 April 2017



Setahun yang lalu...

Seperti biasa, 10 minit sebelum tamat waktu kelas, pelajar semua dah kemas beg dan buku untuk pulang. 
Bagi mengelakkan hoca meneruskan kelas, maka selalunya diorang akan bertanya soalan kepada hoca di luar topik pembelajaran.

Ada seorang classmate ni memang suka membangkitkan persoalan. Let's say nama dia Merve.

Merve : hoca, boleh saya bangkitkan persoalan?
Hoca  : silakan
Merve : tadi waktu tengah ngajar, hoca ada kata, hoca tak solat. Hoca tak takut neraka ke? 

(Serius berani classmate sorang ni tanya direct kat hoca camtu)

Hoca: Ye, saya mungkin tak solat, tapi saya tak buat benda jahat lain. Saya tak mencuri, tak menipu, tak membunuh orang. Benda2 dosa macam tu semua saya tak buat. Cuma, saya tak solat je.

Merve  : tapi hoca, hoca tahu kan solat semua?
Hoca   : saya tahu, malah mak ayah saya pun solat
Merve  : alhamdulillah lah kalau gitu. Tapi kenapa hoca tak solat?
Hoca   : saya dah lihat ramai manusia. Dan saya perhati ramai orang yang suka menipu, perangai takdelah baik sangat, tapi pergi solat. Diorang solat, tapi akhlak buruk, tak guna jugak. Kalau saya, saya tak menipu semua.

Merve: tapi hoca, janganlah tengok contoh diorang tu. Ramai lagi contoh muslim lain yang solat tapi akhlaknya baik. Contohnya hoca boleh tengok saya.

(K. Haha)

Hoca: saya tak perlu tengok awak pun, mak ayah saya dah tunjuk contoh yang baik sebenarnya

Merve: maafkan saya hoca, saya gurau je tadi.

Hoca: oklah. Mungkin ada orang yang solat, dan ada orang yang tak, macam saya. Itu pilihan sendiri lah. Dan saya pilih untuk hidup macam ni.

(Makin hangat perbincangan ni. Tiba2 ada classmate lain pulak mencelah. Kita bagi nama dia Aziz dan Ali.

Aziz: tapi hoca, kalau hoca tahu, perkara pertama yang ditanya di akhirat adalah solat. Walau sebanyak mana pun kebaikan yang dibuat, walau kita tak menipu pun, tapi kalau solat tak settle, sia-sia hoca..

Hoca: ye saya tahu tu, saya pernah dengar pun sebelum ni, tapi, ntah. Saya memilih untuk menjadi hidup macam ni.

I cannot brain. Apa yang aku faham seolah2 hoca tahu tentang syurga neraka dan kepentingan solat, dan hoca memilih untuk tidak solat (?). Ya, siapalah kita untuk menghukum manusia. Tapi jujur aku terkejut mendegar kata2 hoca tersebut.

(Tiba2 aku terlihat salah seorang classmate ku teresak-esak. Ye, aku faham perasaan dia. Seolah solat dan azab neraka itu adalah perkara yang diambil remeh. Andai saja mereka cuba memikirkan betapa pedihnya azab akhirat, pasti mereka memilih untuk solat)

Dan dalam situasi yang agak tegang tu, 

Merve: Ali, kenapa diam je? kau kan ambil islamic studies peringkat Master. Cuba bagi pendapat.

Ali: ye, betul apa yang mereka kata tu hoca, solat perkara yang pertama sekali ditanya.

Hoca: eh, kenapa awak nangis? 
(Hoca perasan classmate sorang tu nangis, apabila ternampak rakan sebelah dia cuba untuk tenangkan dia)

budak nangis: sebab....(suara nangis. Haha)

*tiba2 classmate lain semua cam bising, eh ada orang nangis pulak.

Hoca: shhhh. Dengar ni dia nak cakap apa..

budak nangis: sebab... Saya sayang hoca...saya nak masuk syurga sama2... Tapi..solat adalah perkara yang penting sekali...(sambung nangis)..

Hoca: *speechless*
Hoca: ayyyyyy
Hoca: insyaAllah 

Dan masa kelas pun tamat.

Lepas keluar kelas, aku pergi tengok budak nangis tu.
"Ay, merah betul muka" kataku di depan cermin.


Andai kita cuba bayangkan, betapa siksa dan pedihnya siksaan api neraka, kita pasti tak memilih untuk tidak solat. Siksaan api neraka, kemurkaan Allah, seperti yang digambarkan dalam alquran, kalau kita baca dan bayangkan, boleh buat kita takut untuk dicampakkan ke dalamnya, apa ntah lagi realiti yang seribu kali ganda dasyat tak terbayang dek akal manusia. 

Aku menangis. Masih ada manusia yang tahu, dan memilih untuk tidak peduli tentang akhirat, tentang syurga neraka. Seolah "aku memilih untuk ke neraka, maka biarlah aku membuat dosa". Tak tahan aku menahan sebak. Tidak ingin aku melihat orang yang aku kenal, dimasukkan ke neraka. Tak sanggup. 

Bukan ingin menghukum. Bukan tugas aku. Tiada yang lebih aku harapkan moga orang2 di sekeliling aku, Allah pelihara dan buka pintu hati mereka. Kerana Dia yang memegang hati manusia, yang membolak-balikkan. 

Walau aku tahu, aku bukanlah sempurna akhlaknya, bukanlah sempurna solatnya. Kadang ada juga rasa liat untuk solat. Aku manusia. Kadang malah kerap kali tak khusyuk dalam solat.

Aku tak tahu, solatku adakah Allah akan terima atau tidak. Banyak compang campingnya. Aku tahu ibadahku taklah sempurna. Tapi aku mengharapkan rahmat dan kasih sayang Allah untuk memasukkan aku ke syurga. Walaupun tak layak. Melihat amalku, berbanding insan disekelilingku, berbanding manusia2 soleh, berbanding para sahabat, serius tak layak. 
Tapi tak sanggup aku. Tak sanggup untuk dicampak ke neraka. Tak sanggup untuk menerima azab walau sedikit. Aku takut.


Sejujurnya dulu waktu kecik, mentah, tak matang, aku pernah terfikir dengan kata2
"Kita tanak masuk syurga sorang2, kita nak semua orang masuk syurga"
Aku fikir, biarlah masuk sorang2, lagi luas.

Betapa selfish dan egois nya aku dulu.
Moga Allah ampuni T.T

Dan semakin besar, aku sedar. Kita tanak orang yang kita sayang di dunia ini, yang bersama2 dengan kita di dunia ini, yang bersillaturrahim dengan kita di dunia ini, dicampak ke neraka. Disiksa dengan azabNya. 

Kita nak orang yang kita sayang di dunia ini, bersama sama menikmati kebahagian juga di akhirat sana. Di dalam syurga.

Dan syurga itu takkan terasa sempit pun kalau ramai2 masuk. Takkan terkurang pun nikmatnya.

Kita tanak pertemuan kita yang indah ini hanya di dunia. Kita ingin bertemu semua di syurga. 

Indah bukan?


Cuma adakah salah kalau aku rasa agak susah untuk menasihati (tak kisahlah tentang perkara apa2 hatta benda kecil seperti buang sampah) disebabkan race barrier(?). The fact that we are all muslims but being a foreigner somehow makes me feel less responsibility? 

Thursday, 6 April 2017



Penat tak jadi baik?

Penat tak bersabar setiap masa?

Penat tak jaga hati manusia?

Penat tak tersenyum bila terluka?

Penat tak dengan hidup?

Penat tak memendam perasaan?

Penat tak melihat dunia?

Penat tak melayan karenah manusia?

Penat tak berfikiran positif setiap masa?

Penat tak menahan penat?

Saya tanya.

Penat tak berhati mulia?

Sekali lagi.

Penat tak jadi baik?

Sebab saya penat :(
Serius penat.


Pernah penat.

Memanglah penat hana,
Kalau mengharap balasan dari manusia.
Kalau mengharap difahami oleh manusia.

Manusia adalah manusia.

Cukuplah kita yakin,
Allah membalas kebaikan yang kita lakukan.
Allah membalas kepenatan yang kita lalui.
Tiadalah yang rugi menjadi baik,
Bahagia dunia, bahagia di sana.


Sekali lagi saya tanya.

Penat tak scroll? Kahkah

Sunday, 5 March 2017



There's 3 simple things here that we must practice it to live a happy life.

1. Only say good and positive things.
Even if you're at the peak of your anger.
Especially if you're in such a terrible situation, everything seems wrong and you just want to utter some bad words so you will feel better but actually you'll not.
Or when you feel really mad at someone, just speak good or remain silent.
Be like incense, the more they burn us, the more we fragrant. 
It’s all about attitude.

2. See the good side of others
Every time we meet people; try to search the good side in them.  It could be from many perspectives.  Their characters, their looks, their knowledge, their nice outfit, their abilities on something. 
And do let them know they have that good things in them.  Because people don’t always realize the specialties they own and keep on seeing the blessings of other people, always seeing the grass is greener on the other side.
Compliment people, but don’t be sarcastic. Make them happy, make them feel valuable
But it will definitely be hard when you're having problems with someone. During that time all you see is just the negative side of that person, kan?

3. Appreciate 
Even if they did small things.  In fact, small things matter the most.  Notice every single thing they do and appreciate them. It doesn't always have to be 'thank you'.  Just show some courtesy. Show that we care. For example, raise up your hand to the guard, compliment your mum's cooking, say 'take care' to your roommate whenever they go out, give some chocolates as a way to say thanks, give a big hug and say 'good girl' to your nieces if they clean up their toys, and a fist bump to your nephews, etc. Also, don't forget to use these 3 magic words: please, sorry and thanks. It's not that hard actually.  
To be honest, it is easy to appreciate the things that are rarely done but it is harder to thank people for things that they usually do as it is their responsibility to do it. We seem to take these people for granted, and these people are usually the people closest to us..

Be happy, count your blessings and look at the life in the best ways :D

Happiness is subjective. Happiness is free. 

Saturday, 4 February 2017



Post kali ni mungkin targeted people nya adalah mereka yang telah pun berkecimpung dalam DnT. It's quite tough topic compared to other posts but I'll try to make it simple. 

So, what is futur? 

I chose this topic because I always experience this phase. To me, futur is when we feel malas, takde hammasah, ruhul istijabah tu kurang, bosan dengan benda2 baik dan bila kita rasa jauh dengan Allah.

I was asked "pernah tak rasa nak lari dari tarbiyah, nak rebel ke" Because I was born in a family who practices DnT ever since I was a foetus. lol. Like I was being surrounded by biah2 solehah, DnT and so on. I started getting into this real scary world and mix with many kinds of people when I entered my university life. Especially when I came to Turkey. Like for all this while I lived in my very own comfort zone. That’s why people asked, "tak bosan ke? tak rasa nak rebel ke?" Alhamdulillah I didn't feel that way yet I feel very grateful that I was raised in such a beautiful family and life.

It never came across my mind that I want to stop doing DnT. And futur is just not when someone wants to quit DnT but it's more to when we are at the lowest stage of Imaan.

For example, when you feel so lazy and heavy to perform solah, when you join usrah but you don't come whole-heartedly, when you don't give any opinion during usrah because you feel so bored, when you need to force yourself to read the Quran, when it's hard for you to wake up for Tahajud, when you give too many reasons from taking up a responsibility, when you avoid from being a muwajjih or naqib, when you are wasting your time with lagha thingy, when you feel like everything seems so hard and you don't trust His plans.

It’s really a tough moment I can say. You lose yourself. But somehow it's better that you know you are in that futur situation instead of you don't realize that you have been derived to the bad side and act like it's normal. Because it may make you stuck in that situation and you don't feel the urge to turn back.

One thing to be noted, whenever you're facing those kind of situations, just don't stop doing the good things you have always been doing even if you feel really hypocrite. Because the inner you actually feel soo lazy and you feel tak ikhlas langsung. But it is much better than we spend our times doing bad things. Right?

And it is OKAY if you feel so malas to do good deeds.  That’s normal. Because we are not malaikat and nabi. We are merely normal human being.

Tuesday, 24 January 2017

Clean and Pure


I woke up and went straight to the window.
I was screaming inside (coz my roommate was still sleeping otherwise I would just cry tears of joy) the view was just unfathomably magnificent masyaAllah. The snowfall is still showering since last night! They said today is the heaviest snowfall since years. Despite the coldness of the weather, I enjoy watching the snowflakes flutter from the sky covering the earth, building the snowman, playing snowballs or just walking on the fluffy snow. Snow is just the prettiest creation I've ever seen. I couldn't stop smiling and praising Him.

Beautiful things don't always have to be as colourful as the rainbow or as bright as the sun or as pretty as me (ameen) (jk jk haha) but white is immaculate, simple and clean. I wish my heart is always as pure as the driven snow, won't be contaminated by the sins and bad deeds.  But I need to accept the fact that i am not an angel.

There are lots of hurdles and hardships that we need to overcome throughout the winter. First 2 months were tough!
Our body system gets confused trying to adapt with the weather. Rain and windy. We have to wear thick layers of clothes; need to pay extra electric bills because we tend to use the heater and hot water more often. Above all, we have to bear with the coldness of the water especially if the tap doesn't have knob for hot water. But then Allah bestows His blessings by showering the snow so that humans with an open heart can feel the calmness and enjoy the beautiful scenery.

There’s a famous phrase that says
'after rain comes the rainbow'
i would say
'after the cold wind comes the snow'
oh yeah

i got new friend 

cute isnt it? ngehh